Mengenal Bengung, Dolanan Tradisional dari Bambu yang Hasilkan Harmonisasi Nada

MAGELANG[Berlianmedia] – Siapa yang masih suka permainan tradisional yang disebut Bengung? Apalagi kaum milenial jaman now.

Menurut Abbet Nugroho, seniman dan pemilik Kampung Dolanan Borobudur, Kabupaten Magelang, Bengung merupakan sebuah permainan tradisional dari bilah bambu ini masih biasa dimainkan warga Dusun Sodongan, Desa Bumiharjo Kecamatan Borobudur.

“Bengung? Iya pastinya belum familier di telinga orang, terlebih generasi masa kini. Bengung ini kategorinya adalah permainan tradisional yang sifatnya adalah bunyi-bunyian alam. Permainan ini juga memanfaatkan bahan alam yaitu bilah bambu,” tuturnya, di padepokannya, Rabu (23/8).

Menurut Abbet, bengung tercipta dari daya kreativitas anak-anak zaman dahulu. Bengung terbuat dari bambu yang dipotong beberapa ruas, dan diberi lubang pada setiap ruas. Di dalam ruas tersebut dimasukkan akar bambu yang halus, kemudian diberi minyak tanah. Jika disulut api dari atas, alat itu dapat menghasilkan suara yang khas dan indah.

“Besar kecilnya nada yang dihasilkan tergantung dari besar diameter bambu yang digunakan. Untuk akar bambu yang digunakan adalah akar bambu yang halus, yang masih tertanam di dalam tanah. Kalau akar yang sudah keluar dari tanah, nggak bisa. Tidak akan bisa bunyi,” jelasnya.

Permainan tradisional ini, lanjutnya, dinamakan Bengung karena diambil dari suara berdengung yang dihasilkan.

“Hampir mirip dengan suara orang jualan kue puthu. Namun Bengung ini suaranya lebih lembut dan nadanya lebih besar,” imbuhnya.

Bengung, kata Abbet, masih bisa dijumpai di Dusun Sodongan Desa Bumiharjo Kecamatan Borobudur. Seperti, ketika pembukaan Pasar Budaya Desa Bumiharjo beberapa waktu lalu. Tak hanya menghasilkan suara indah, dari harmonisasi nada yang dihasilkan, Bengung dapat melatih sensitivitas anak.

“Dolanan anak ini menurut saya cukup besar perannya dalam proses pembentukan karakter anak. Saya harap, permainan tradisional ini dapat terus diupayakan untuk lestari. Apapun zamannya kami akan tetap berusaha melestarikannya. Karena spirit dari permainan tradisional ini, sangat penting untuk pendidikan karakter anak bangsa,” harapnya.

Mari Berbagi:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *