Lebih Dari 6 Event Setahun, Perbasi Kudus Pasang Target Besar Untuk Pembinaan Atlet Berprestasi

KUDUS [Berlianmedia]— Upaya memperkuat pembinaan bola basket pelajar di Kabupaten Kudus terus digencarkan. Pengurus Kabupaten (Pengkab) Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Kudus, menggelar rapat kerja sekaligus sosialisasi program bersama sekolah-sekolah se-Kabupaten Kudus di SMP 1 Kudus, Minggu (8/2).

Ketua Umum Pengkab Perbasi Kudus Agus Santoso mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan menyelaraskan program kerja organisasi, dengan kalender akademik sekolah.

“Kami ingin mensosialisasikan program kerja satu tahun. Sekolah itu memakai tahun ajaran, sementara kami tahun takwim. Supaya sekolah bisa menyesuaikan dan siap mengikuti agenda pembinaan basket,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sosialisasi juga menjadi sarana agar sekolah memahami berbagai format kompetisi basket, baik 5 lawan 5 maupun 3×3, sehingga bisa menyiapkan strategi pembinaan sekaligus ajang promosi sekolah.

“Sekolah perlu tahu kita punya event apa saja. Dari situ mereka bisa menentukan strategi dan menyiapkan pemainnya,” ujarnya.

Baca Juga:  Jelang Ramadhan, Ganjar Ziarah ke Makam Walisongo

Dalam jangka panjang, Perbasi Kudus menargetkan lahirnya atlet yang mampu bersaing di level lebih tinggi, mulai Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda), Pekan Olahraga Provinsi (Porprov), hingga liga profesional nasional.

“Long term kita jelas, mencari pemain untuk Porprov, Popda, bahkan kalau bisa ke liga nasional seperti IBL atau level lain. Syukur kalau nanti ada klub dari Kudus yang bisa tampil nasional,” jelas Agus.

Ia menambahkan, evaluasi pembinaan tahun sebelumnya menunjukkan stok atlet pelajar Kudus cukup banyak, baik tingkat SMP maupun SMA. Tantangan berikutnya adalah penyiapan pelatih serta sistem pembinaan yang lebih terstruktur.

“Pemain sudah ada, tinggal bagaimana penetapan pelatih dan sistem pembinaan supaya lebih maksimal,” ujarnya.

Perbasi Kudus juga mulai mendorong basket sebagai industri olahraga. Harapannya, pembinaan tidak hanya membebani sekolah, tetapi juga didukung sponsor dan ekosistem kompetisi yang sehat.

Baca Juga:  Relawan Pemenangan Luthfi-Yasin Diminta Rangkul Elemen Masyarakat dan Inventarisir Masalah

“Kami ingin basket jadi industri. Kalau sudah ada sponsor dan dukungan luas, sekolah tidak hanya mencetak pemain, tapi juga mendapat apresiasi pembinaan,” katanya.

Dukungan disebut mulai mengalir, termasuk dari DPD Perbasi Jawa Tengah yang siap membantu membuka akses sponsor dari kompetisi tingkat provinsi.

“DPD Jateng siap support, termasuk kemungkinan membawa sponsor dari Liga Jateng. Kami juga tetap mencari sponsor sendiri agar pembinaan berkelanjutan,” tambahnya.

Ia menambahkan, sepanjang tahun lalu, pembinaan basket pelajar di Kudus tercatat diwarnai sedikitnya lima hingga enam event dan bahkan lebih untuk menjaga regenerasi atlet basket daerah.

“Di Kabupaten Kudus sendiri sudah banyak agenda untuk mereka mengasah kemampuannya seperti Piala Perbasi, Piala Kemerdekaan, Piala Bupati, Dandim Cup, serta beberapa turnamen pelajar lainnya yang konsisten mengadakan tiap tahunnya,” jelasnya.

Baca Juga:  Wagub; Organisasi Perempuan Harus Gencar Kampanyekan Pencegahan Stunting

Sementara itu, Ketua KONI Kudus Sulistiyanto menegaskan pentingnya kompetisi rutin sebagai bagian dari peningkatan prestasi atlet.

“Kami meminta seluruh pengurus cabang olahraga aktif menggelar kompetisi. Latihan tanpa event itu sia-sia, tapi kompetisi tanpa arah juga sama saja. Event harus rutin dan berjenjang,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan olahraga memiliki peran penting sebagai pemersatu, sehingga nilai sportivitas harus selalu dijaga.

“Olahraga itu pemersatu bangsa. Saat bertanding boleh bersaing, tapi setelah itu persahabatan tetap dijaga,” tandasnya.

 

Mari Berbagi:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!