Kreativitas Kunci Sukses Usaha Pertashop
SEMARANG[Berlianmedia] – Inovasi dan kreativitas dalam menjalankan bisnis Pertashop mampu memberikan tambahan pendapatan tidak hanya berasal dari berjualan BBM semata, namun bisa memanfaatkan peluang dengan membuka pengisian Nitrogen di sekitarnya.
Jhonson satu Pemilik Pertashop di Jalan Jambon Raya Nomor 16 Kricak Tegalrejo Kota Yogyakarta menuturkan, hasil pendapatan tak hanya mengandalkan penjualan BBM saja, melainkan masih terus berusaha mencari celah mendapatkan penghasilan lain di dalam satu area Pertashop.
“Untuk memberikan variasi produk seperti pengisian Nitrogen serta tambal ban untuk melengkapi bisnis Pertashop. Kami siapkan juga tempat untuk bisnis laundry coin dan mini market untuk menambah pelayanan,” ujar Jhonson yang telah membuka bisnis Pertashop sejak 2021.
Menurutnya, pertama kali membuka usaha Pertashop membutuhkan modal sebesar Rp1 miliar. Bahkan saat ini telah merasakan keuntungan cukup tinggi dengan penjualan Pertamax mampu menembus 2.500 hingga 3.000 liter per hari dengan keuntungan Rp850 per liter.
“Sejak ada kenaikan harga BBM memang ada penurunan penjualan jadi 1.500 hingga 2.000 liter per hari. Tapi ini wajar karena memang harga minyak dunia yang makin mahal. Dan kuncinya untuk bisa bertahan ya melalui inovasi,” tutur Jhonson.
Dia menambahkan, bisnis Pertashop tak harus membeli BBM. Namun, bisa memiliki pilihan lain seperti isi Nitrogen, tambal ban, maupun cuci baju dan belanja di minimarket.
Kunci sukses bisnis Pertashop, lanjutnya, juga tak terlepas dari kepercayaan masyarakat. Oleh sebab itu, dia terus berusaha menjaga kepercayaan pelanggan melalui pelayanan ramah, serta memastikan ketepatan modular melalui tera ulang secara berkala.
Senada, Pemilik Pertashop di wilayah Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar Aditya Ari Sudiwa (43) mengatakan mulai membuka bisnis Pertashop pada 2021 ini mengakui sempat terimbas kenaikan harga BBM beberapa waktu lalu.
“Saat itu awal buka Pertashop bisa jual sampai 2.000 liter per hari. Tapi sejak harga BBM naik sekarang penjualan antara 600-1.000 liter per hari saja,” tuturnya.
Meski begitu, tutur Aditya, kondisi tersebut tak lantas membuatnya putus asa, karena penjualan tersebut masih sesuai dengan rencana bisnis awal, target 400 liter per hari.
Untuk mendirikan Pertashop di lahan seluas 400 meter persegi, dia mengeluarkan modal hingga kurang lebih Rp1 miliar.
“Sebelumnya dibayangkan pengembalian modal diperkirakan bisa lebih cepat. Tapi sekarang masih sesuai dengan rencana awal sih, kalau penjualan 400 liter, kembalinya modal ya 4-5 tahun,” ujarnya.
Aditya menambahkan, sebagai langkah inovatif melengkapi layanan Pertashop kini telah bergabung sebagai agen BRILink.
Dengan menjadi agen BRILink, pelanggan datang juga bisa memanfaatkan layanan tarik tunai, membayar listrik atau pembayaran tagihan, serta layanan perbankan lainnya.
“Sebenarnya ada banyak layanan ditawarkan sebagai inovasi untuk menambah layanan di Pertashop, baik itu dari Pertamina, dari pihak luar seperti PT Pos, juga ada dari Bulog. Ini sementara masih pakai BRILink,” tutur Aditya.


