Kecewa Ketua DPD PSI Kota Semarang Di-PLT Tanpa Penjelasan Terbuka, Belasan DPC Nyatakan Mengundurkan Diri
SEMARANG [Berlianmedia]— Gejolak internal Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Semarang memasuki babak baru. Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PSI Kota Semarang, Bangkit Mahanantyo dikabarkan diberhentikan dan digantikan oleh Pelaksana Tugas (PLT), yang ditunjuk dari Kabupaten Klaten bernama Ari Nugroho, berdasarkan surat dari Dewan Pimpinan Wilayah (DPW).
Keputusan tersebut memicu kekecewaan mendalam di tingkat struktur bawah. Sejumlah pengurus DPD bersama belasan Ketua DPC kecamatan, menyatakan mengundurkan diri secara kolektif, sebagai bentuk protes atas kebijakan yang dinilai tidak transparan dan tidak disertai alasan yang jelas, kepada jajaran struktural di Kota Semarang.
“Suratnya sudah beredar di WA Grup, kalau per hari ini Ketua Bangkit di PLT kan. Kami tidak pernah mendapat penjelasan resmi, terkait alasan peng-PLT-an ini. Tidak ada forum klarifikasi, tidak ada ruang dialog. Tiba-tiba surat turun,” ujar salah satu Ketua DPC Semarang Tengah melalui telepon WhatsApp, Kamis (19/2).
Dikatakan pula, para pengurus menilai, langkah penggantian Ketua DPD secara sepihak tanpa komunikasi terbuka, mencederai semangat demokrasi internal partai. Mereka mempertanyakan mekanisme dan dasar evaluasi yang digunakan, mengingat sebelumnya dinamika internal masih berada dalam proses konsolidasi dan menunggu keputusan resmi dari DPP.
“Kami kecewa karena proses ini terkesan tertutup. Seharusnya ada penjelasan objektif, bukan sekadar surat keputusan,” tegas salah satu perwakilan pengurus, yang enggan disebutkan namanya.
Bagi mereka, pergantian tersebut bukan hanya soal jabatan, tetapi soal legitimasi dan penghormatan terhadap struktur partai di tingkat kota.
Kembalikan Atribut Partai ke DPW
Sebagai bentuk sikap politik dan tanggung jawab moral, para pengurus yang mengundurkan diri, menyatakan akan mengembalikan seluruh atribut partai, termasuk papan nama dan perlengkapan yang berkaitan dengan PSI, ke kantor DPW di Jalan Tentara Pelajar, Kota Semarang.
“Kami mundur dengan terhormat. Semua atribut akan kami kembalikan. Kami tidak ingin menimbulkan polemik atau klaim sepihak,” ujar salah satu DPC.
Peristiwa itu dinilai menjadi ujian serius bagi tata kelola internal PSI, khususnya dalam menjaga komunikasi vertikal antara DPW, DPP dan struktur di bawahnya.
Penggantian kepemimpinan tanpa penjelasan terbuka, berpotensi memperlebar jarak antara elite partai dan kader akar rumput.
Sejumlah kader dan simpatisan berharap, pimpinan wilayah maupun pusat dapat memberikan klarifikasi resmi, guna meredam spekulasi dan menjaga soliditas organisasi di Kota Semarang.
“Kami berharap ada penjelasan yang jernih dan terbuka. Partai harus tetap menjadi rumah perjuangan, bukan ruang ketidakpastian,” pungkas salah satu kader kepada Wartawan.
Sementara Ketua DPD PSI Kota Semarang Bangkit Mahanantyo, saat dikonfirmasi terkait kebenaran kabar tersebut belum bisa memberikan keterangan secara resmi.
Saat dihubungi Wartawan melalui telepon WhatsApp, status berdering namun belum direspon.



Dari sisi internal, saat meminta transparansi saja malah dilibas, jangan pernah bilang suara masyarakat akan benar² terwakili.
Tetap semangat bro