Gotong Royong Jadi Kekuatan : SMP Negeri 2 Karangtengah dan RAPI Demak Dirikan Dapur Peduli untuk Korban Banjir
DEMAK [Berlianmedia]– Semangat gotong royong, kembali menunjukkan perannya sebagai kekuatan sosial yang nyata di tengah bencana, khususnya di wilayah Kabupaten Demak.
Komunitas Peduli Sosial (Kopsa) SMP Negeri 2 Karangtengah bersama Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Kabupaten Demak, menginisiasi aksi kemanusiaan melalui penggalangan bantuan serta pendirian “Dapur Peduli Sesama” bagi warga terdampak banjir di Kecamatan Karangtengah dan Kecamatan Guntur, Sabtu (4/4).
Kegiatan ini tidak hanya menjadi bentuk kepedulian, tetapi juga sarana edukasi bagi para siswa tentang pentingnya empati, solidaritas dan tanggung jawab sosial. Seluruh elemen sekolah mulai dari kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, siswa, hingga orang tua, bersinergi bersama anggota RAPI dalam menghimpun bantuan yang difokuskan pada kebutuhan pangan darurat.
Bantuan yang terkumpul berupa ratusan kilogram beras, telur, susu formula untuk bayi dan balita, mi instan, biskuit, serta makanan siap saji. Seluruh bantuan tersebut langsung disalurkan kepada warga terdampak banjir di wilayah Karangtengah dan Guntur dengan dukungan relawan RAPI agar distribusi berjalan cepat dan tepat sasaran.
Kepala SMP Negeri 2 Karangtengah, Masnan, S.Pd., S.Kom., M.Pd., menyampaikan rasa syukur dan bangganya, atas tingginya partisipasi seluruh pihak. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata pendidikan karakter yang tidak hanya diajarkan di dalam kelas, tetapi juga melalui aksi langsung di tengah masyarakat.
“Melalui dapur peduli ini, kami bersama guru, siswa, orang tua, dan RAPI bahu membahu menyiapkan konsumsi bagi korban banjir, khususnya di Desa Grogol dan Desa Trimulyo, Kecamatan Guntur,” ujarnya.
Dari pantauan di lapangan, tim gabungan SMP Negeri 2 Karangtengah dan RAPI Kabupaten Demak turut turun langsung ke lokasi terdampak banjir untuk membagikan makanan, minuman, serta bantuan sembako. Kehadiran mereka menjadi bukti bahwa solidaritas sosial mampu menjangkau masyarakat hingga ke titik terdampak.
Salah seorang warga penerima bantuan mengungkapkan rasa terima kasih atas bantuan yang diberikan. Ia menyebut bantuan makanan sangat dibutuhkan di tengah kondisi banjir yang masih menggenang dan menyulitkan akses kebutuhan pokok.
Hingga saat ini, banjir masih menjadi tantangan serius bagi warga, terutama dalam pemenuhan kebutuhan pangan. Inisiatif dapur peduli ini tidak hanya meringankan beban korban, tetapi juga menjadi contoh nyata praktik gotong royong yang perlu terus ditanamkan dan direplikasi.
Melalui kegiatan ini, SMP Negeri 2 Karangtengah dan RAPI Kabupaten Demak telah menunjukkan bahwa kolaborasi antara dunia pendidikan dan masyarakat dapat menjadi kekuatan advokasi sosial yang efektif. Edukasi tentang kepedulian tidak lagi sebatas teori, melainkan diwujudkan dalam aksi nyata yang memberi dampak langsung bagi sesama.


