Disperdakum Ponorogo Bersama Lapenkop Jawa Timur Gelar Pelatihan Pengurus Koperasi Merah Putih
PONOROGO [Berlianmedia]– Memperkuat peran koperasi desa sebagai penggerak ekonomi rakyat, Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro (Disperdakum) Kabupaten Ponorogo bekerja sama dengan Lembaga Pendidikan Perkoperasian (Lapenkop) Wilayah Jawa Timur, menggelar Pelatihan Pengurus Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) selama tiga hari, pada 1–3 Oktober 2025, di Amaris Hotel, Jalan Ir. H Juanda No.19, Tonatan, Kecamatan Ponorogo, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.
Kegiatan ini diikuti oleh para pengurus dan pengawas Koperasi Merah Putih Desa se-Kabupaten Ponorogo. Selama tiga hari, para peserta dibekali pemahaman dan keterampilan dalam tiga bidang utama, yaitu penguatan jati diri koperasi, pengembangan usaha koperasi serta pengelolaan keuangan yang transparan dan akuntabel.
Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Ponorogo Ringga Dwi Heri Irawan menyampaikan, bahwa pelatihan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah, untuk memperkuat kapasitas kelembagaan koperasi desa, agar mampu tumbuh mandiri dan profesional.
“Koperasi Desa Merah Putih diharapkan, tidak hanya menjadi simbol semangat gotong royong, tetapi juga menjadi pilar utama penggerak ekonomi desa. Untuk itu, para pengurus harus memiliki kemampuan manajerial, usaha dan keuangan yang baik,” ujarnya dalam sambutan pembukaan.
Pentingnya Pendidikan Perkoperasian
Kepala Lapenkop Wilayah Jawa Timur Faishol Chusni menegaskan pentingnya pendidikan dan pelatihan perkoperasian, yang berkelanjutan bagi pengurus koperasi, sebagai bagian dari transformasi kelembagaan koperasi di era digital.

Menurutnya, koperasi harus adaptif terhadap teknologi, inovatif dalam usaha, serta transparan dalam pengelolaan keuangan.
“Melalui pelatihan ini, kami ingin membentuk pengurus yang tidak hanya paham prinsip koperasi, tetapi juga mampu menerapkannya secara profesional dalam pengelolaan unit usaha dan keuangan koperasi,” ujarnya.
Sedangkan Setiawan Pandu, salah seorang Trainer Nasional yang hadir sebagai pemateri menyampaikan, materi pelatihan terbagi dalam tiga hari dengan pendekatan partisipatif. Hari pertama fokus pada jati diri dan kelembagaan koperasi, hari kedua membahas strategi pengembangan usaha koperasi desa berbasis potensi lokal dan hari ketiga difokuskan pada penguatan tata kelola dan keuangan koperasi.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para peserta dapat menjadi kader penggerak koperasi desa yang tangguh, inovatif dan mandiri, sehingga Koperasi Desa Merah Putih benar-benar hadir sebagai solusi ekonomi, bagi masyarakat desa di Ponorogo.
“Dengan pendekatan tematik dan berbasis praktik, pelatihan ini diharapkan mampu melahirkan pengelola koperasi desa yang berintegritas, profesional, dan berjiwa wirausaha sosial, sejalan dengan semangat ekonomi kerakyatan yang digelorakan melalui program Koperasi Merah Putih Ponorogo,” harap Setiawan Pandu.
“Koperasi yang kuat berarti desa yang berdaya. Kemandirian ekonomi desa berawal dari pengelolaan koperasi yang sehat dan profesional,” tegasnya.
Caption : Peserta Pendidikan Perkoperasian bersama trainer berfoto bersama di Aula Dinas Perdakum Kabupaten Ponorogo, Jum’at (3/10). Foto : Dok Ist








