Disdik Semarang Luncurkan SPMB 2026, Tegaskan Sistem Transparan Tanpa Jalur Titipan
SEMARANG[Berlianmedia] – Dinas Pendidikan Kota Semarang resmi meluncurkan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Online 2026 yang diklaim lebih transparan, adil, akuntabel, serta berpihak kepada masyarakat kurang mampu. Peluncuran tersebut digelar di Teater Liem Liang Peng, Sekolah Nasional Karangturi, Senin (18/5).
Dalam peluncuran itu, turut dilakukan penandatanganan pakta integritas oleh seluruh pihak terkait sebagai komitmen bersama untuk menyelenggarakan proses penerimaan siswa baru yang bersih dan bebas dari praktik titipan.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Mohammad Ahsan menegaskan bahwa pelaksanaan SPMB 2026 akan berjalan sesuai aturan yang berlaku tanpa adanya jalur tambahan di luar ketentuan resmi.
“Kita lakukan launching SPMB sekaligus peringatan Hari Pendidikan Nasional. Selain itu juga ada penandatanganan pakta integritas bahwa SPMB nanti dilaksanakan secara transparan, adil, akuntabel, dan tanpa diskriminasi,” ujarnya.
Menurut Ahsan, sistem penerimaan murid baru tahun ini tetap menggunakan empat jalur resmi, yakni jalur domisili, prestasi, afirmasi, dan mutasi. Ia memastikan tidak ada jalur lain di luar mekanisme tersebut.
“Tidak ada jalur lainnya, jalur penerimaan masih sama seperti sebelumnya. Kita tegaskan tidak ada titipan,” tegasnya.
Berdasarkan jadwal yang telah disiapkan, pelaksanaan SPMB online tingkat TK dan SD akan dimulai pada 8 Juni 2026, sedangkan untuk tingkat SMP dijadwalkan berlangsung pada 22 Juni 2026.
Selain itu, Disdik Kota Semarang juga mengintegrasikan program sekolah swasta gratis ke dalam sistem SPMB Online 2026. Langkah tersebut dilakukan untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Melalui integrasi tersebut, masyarakat tidak perlu lagi mencari informasi sekolah swasta gratis secara manual atau mendatangi sekolah satu per satu. Seluruh pilihan sekolah gratis kini telah tersedia dalam sistem daring SPMB.
“Anak-anak dari keluarga tidak mampu bisa diterima di sekolah negeri yang memang gratis atau diterima di sekolah swasta gratis. Semua dilakukan secara sistem online,” pungkas Ahsan.


