Diduga Pengawasan Lemah, Truk Sampah DLH Lakukan Praktik “Kencingan” BBM Subsidi di TPA Jatibarang
SEMARANG [Berlianmedia]— Diduga lemah pengawasan, dugaan praktik “kencingan” Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Solar bersubsidi, dari truk sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang, yang ditampung di galon air mineral merk tertentu terungkap.
Dari informasi yang berhasil dihimpun terungkap, rata-rata “Kencingan” (pengambilan solar dari tangki BBM dari truk sampah), per hari satu truk sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah Jatibarang, Kota Semarang, bisa mencapai 4-5 galon, berkapasitas 15 liter per galonnya.
“Kalau tidak salah, per galon dihargai atau dibeli seharga Rp 100 ribu oleh yang menampung atau yang menimbun,” jelas salah satu warga berinisial NN, kepada Wartawan belum lama ini.
Kemudian, lanjutnya, setelah solar “kencingan” terkumpul di “kempu” (tempat menampung solar berkapasitas 1000 liter), maka akan diambil oleh truk tanki berwarna putih biru.
“Di dalam salah satu “bedeng” (bangunan sementara) itu kira-kira ada 5-6 kempu, tempat nampung solar “kencingan” dari truk sampah DLH,” ungkapnya.
Lakukan Penyelidikan Internal
Menanggapi terungkapnya “kencingan” yang dilakukan truk sampah DLH Kota Semarang, Kepala Dinas LH, Arwita Mawarti, S.T., M.T menyatakan, akan melakukan penyelidikan internal dan tidak bisa menyimpulkan secara serampangan. Sebab, pihaknya harus berhati-hati sebelum mengambil langkah tegas.

“Ini persoalan yang dalam tanda kutip berisiko, jadi kami belum bisa bicara banyak. Kami sedang menelusuri siapa saja driver yang terlibat. Dari sekitar 150 driver, tentu tidak semuanya melakukan kegiatan seperti itu. Jadi Kami harus selidiki dulu,” ujarnya melalui sambungan telepon WhatsApp, Jum’at (5/12).
Kepala DLH juga menegaskan, bahwa dugaan kecurangan tersebut tidak dilakukan secara masif, artinya tidak semua driver melakukan dugaan praktik “kencingan” BBM subsidi jenis solar.
“Kami memiliki sekitar 135 armada, dan tidak semuanya terlibat. Karena itu kami tidak bisa langsung menuduh. Kami sedang mengamati dan menyelidiki siapa saja oknum yang melakukan praktik itu,” tegasnya.
Dalam pernyataannya itu, Arwita Mawarti juga mengakui, bahwa selama ini isu “kencingan” BBM subsidi jenis solar memang santer terdengar, namun tanpa bukti langsung.
“Selama ini hanya dugaan, kami belum pernah memergoki. Nah, kejadian yang viral ini baru pertama kali dipergoki langsung. Maka dari itu, kami harus melakukan penyelidikan lebih serius,” ungkapnya.
Kepala DLH juga memastikan, bahwa jika terbukti ada nama-nama driver yang terlibat, laporan resmi akan segera dilayangkan kepada Wali Kota Semarang sebagai dasar tindak lanjut.
“Kalau nanti terbukti oknumnya A, B, C, kami akan laporkan dulu kepada Ibu Wali Kota untuk meminta petunjuk. Kalau memang harus diproses hukum, ya akan kami proses hukum,” tegas Kepala Dinas.
Pernyataan itu menjadi sinyal, bahwa pihak DLH Kota Semarang akan mengambil sikap tegas, sekaligus berupaya menjaga, agar kasus tersebut tidak digeneralisasi sebagai kesalahan seluruh armada dan driver, yang setiap hari bekerja mengangkut sampah kota.
Di tengah meningkatnya tuntutan transparansi publik, DLH menegaskan komitmen untuk mengusut kasus ini secara objektif dan bertanggung jawab.
“Kami perlu kehati-hatian. Itu dulu yang bisa saya sampaikan,” tutupnya.


