Dewan Pendidikan Sukamara Kalteng Pelajari Implementasi Turansi DPKS

SEMARANG [Berlianmedia]-  Pengurus Dewan Pendidikan Kabupaten Sukamara Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) berkunjung ke Kota Semarang, untuk mendalami strategi Dewan Pendidikan Kota Semarang (DPKS) dalam mengimplementasikan tugas peran fungsi (turansi)-nya, sebagaimana diamanatkan dalam PP 17/2010.

Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Sukamara, H Syaifudin Zuhrie SP,d mengatakan, informasi yang dihimpun lembaga yang dipimpinnya menyebutkan, bahwa dalam beberapa tahun terakhir, Dewan Pendidikan Kota Semarang (DPKS) dinilai berhasil dalam menjalankan turansinya di tengah  berbagai keterbatasan, melalui terobosan-terobosan yang kreatif dan inovatif.

“Kami sudah mempelajari kiprah dewan pendidikan di berbagai kabupaten/kota, DPKS kami nilai paling berhasil, kami akan mendalami dan menduplikasi strategi dan implementasinya,” kata Syaifudin, saat bersilaturahmi   dengan pengurus DPKS, di kampus  Graha Wisata Hotel School Semarang, Sabtu (1/11).

Dalam silaturahmi ke ibukota Jateng ini, lanjutnya, dirinya didampingi enam pengurus. Banyak  hal yang didapat selama berdialog dengan pengurus DPKS, termasuk saat mengunjungi kantormya di Gedung Moch Ichsan, yang berada di komplek Balai Kota Semarang.

Dikatakan pula, pemaksimalan ruang sekretariat dan dukungan sumberdaya pengurus dan staf, menjadi salah satu hal yang akan di duplikasi dalam menjalankan turansi di Sukamara, tentu dalam menduplikasi strategi akan dilakukan penyesuaian – penyesuaian, sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada.

Selain itu juga keberhasilan dalam pelibatan stakeholder pendidikan bersama masyarakat, untuk bersama – sama bergerak massif, meningkatkan mutu dan kualitas layanan pendidikan pada masyarakat, juga akan dicontoh untuk dikembangkan di Sukamara.

Memilih Sebagai Mitra

Ketua DPKS Dr Drs Budiyanto SH, M.Hum menyampaikan terima kasih kepada pengurus Dewan Pendidikan Sukamara, yang memilih DPKS sebagai mitra strategis, dalam menjalankan  turansi dewan pendidikan.

“Dari komunikasi yang kami lakukan, dengan para pengurus dewan pendidikan kabupaten/kota se-Indonesia, semuanya menghadapi problem yang hampir sama, mulai dari minimnya pemahaman turansi, dana hingga belum maksimalnya perhatian kepala daerah,” paparnya.

Menurut Budiyanto, berbagai kendala itu bisa dicari jalan keluarnya, jika dewan pendidikan dapat meyakinkan kepercayaan kepada stakeholder dan masyarakat yang peduli pada pendidikan. Langkah yang ditempuh adalah dengan memahami dan menjalankan roda organisasi, dengan berpedoman  pada turansi.

Setelah itu, menciptakan suasana kondusif pada internal pengurus, menjaga kekompakan dan menjalin komunikasi dan relasi dengan berbagai pihak, terutama dengan kepala daerah. Selanjutnya jangan cepat berpuas diri, kreatifitas dan langkah inovatif terus dikembangkan, karena tantangan di bidang pendidikan akan terus berkembang.

“Mari kita terus berkomunikasi dan berbagi pengalaman dalam menjalankan turansi, diantara kita sesama dewan pendidikan perlu terus menerus saling menguatkan,” tuturnya.

Mari Berbagi:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *