BPR BKK Jateng Tingkatkan Kesejahteraan Petani, Ahmad Luthfi: Kebutuhan Bahan Pokok di Daerah Harus Terpenuhi

SEMARANG [Berlianmedia]- Gubernur Ahmad Luthfi mengapresiasi program PT BPR BKK dalam membantu peningkatan kesejahteraan petani. Sebagai BUMD milik Provinsi Jawa Tengah dan kabupaten/kota, BKK Jateng memiliki peran penting sesuai kebijakan Gubernur Jawa Tengah.

Salah satunya memberikan akses permodalan dan informasi, sampai mencarikan off taker hasil pertanian. Tujuannya adalah menciptakan ekosistem yang melibatkan koperasi petani, BKK Jateng, dan asuransi.

Direktur PT BPR BKK Jateng, Koesnanto, mengatakan, BKK Jateng sudah memulai dengan pendampingan petani cabai di Kota Magelang dan beberapa daerah lain di Jawa Tengah.

“Poin pentingnya adalah bagaimana kita meningkatkan harkat martabat petani. Tingkat pendapatan petani, akses petani terhadap kebutuhan pupuk dan sebagainya,” kata Koesnanto, dalam pertemuan dengan Ahmad Luthfi di kantor gubernur, Kota Semarang, Rabu (27/8).

Baca Juga:  BSI Kelola Payroll Pegawai Kementerian Perhubungan

Koesnanto juga menjelaskan, sebagai BUMD, BKK Jateng memberikan akses permodalan dan informasi sampai mencarikan off taker hasil pertanian. Koperasi petani, BKK Jateng, hingga asuransi dilibatkan.

Dia mencontohkan yang dilakukan di Kota Magelang. BKK Jateng telah mendampingi sekitar 2.000 petani cabai. Masing-masing petani menggarap sekitar 2.000 m². Di sana BKK Jateng memberikan akses permodalan antara Rp 16,8 juta sampai Rp 17 juta dengan bunga murah yakni 0,65% perbulan. Pembayaran dilakukan setelah panen dan sudah termasuk dengan asuransi di dalamnya.

“Tentunya ekosistem yang dibentuk di Magelang melibatkan koperasi petani, BKK Jateng, dinas terkait, dan insurance-nya juga. Kita carikan off taker juga sehingga petani panen hasil pertaniannya bisa terserap. Ekosistem yang kita bentuk ini akan lebih bisa menguntungkan petani,” jelasnya.

Baca Juga:  KARENA KALAH PERANG, AMERIKA MAU KABUR DAN ISRAEL MAU SEGERA MENYUDAHI PERANG

Koesnanto mengatakan, ekosistem yang sudah berkait seperti di Kota Magelang diharapkan bisa diterapkan di daerah lain. Perhatian BKK Jateng sebenarnya tidak hanya pada petani cabai saja, tetapi juga bidang-bidang lainnya. Misalnya di Brebes juga ada pembinaan petani lain.

Kepada Gubernur, salah satu yang disampaikan yakni pembinaan petani cabai. Selain Magelang juga sudah menyasar di beberapa daerah, seperti Banjarnegara, Wonosobo, Temanggung, dan sekitarnya.

“Gubernur mengarahkan agar BKK Jateng konsentrasi pada cabai dan produk lainnya. Kami ingin cabai ini benar-benar bisa dinikmati masyarakat Jawa Tengah, dan kebutuhan cabai aman. Selain itu, harga cabai bisa stabil dan kesejahteraan petani meningkat melalui pendapatannya,” kata Koesnanto.

Sementara itu, Gubernur Ahmad Luthfi mengapresiasi apa yang sudah dilakukan PT BPR BKK Jateng. Ia berharap seluruh daerah dapat melakukan praktik yang sama, sehingga kebutuhan bahan pokok di masing-masing daerah terpenuhi dan swasembada pangan bisa terwujud.

Baca Juga:  Wali Kota Surakarta Terima Secara Resmi Aset Pemerintah dari Kepala Kanwil BPN Jawa Tengah

Ahmad Luthfi meminta, agar sentra produk unggulan khususnya terkait bahan pokok memiliki database sehingga distribusi mudah.

“Ekosistem yang dibuat BKK Jateng merupakan inisiatif yang bagus. Potensi wilayah harus kita garap,” kata Gubernur.

 

Mari Berbagi:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!